Audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Dengan Pangdam IV/Diponegoro

Audiensi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si dengan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Martin Suanta, SE., M.Si

SEMARANG – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Martin Suanta, SE., M.Si melakukan audiensi dengan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si di Makodam IV Diponegoro Watugong Semarang Rabu (15/7). Selain untuk bersilaturahmi kedua pimpinan, kunjungan tersebut membahas kemitraan antara BKKBN dengan TNI dalam rangka penggarapan Program Bangga Kencana khususnya di Jawa Tengah. Kepala DP3AP2KB Jateng Dra. Retno Sudewi, APT, M.Si., M.M turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Martin Suanta menyampaikan terima kasih pada jajaran TNI atas dukungannya terhadap capaian Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor dalam rangka Peringatan Harganas Ke-27 pada tanggal 29 Juni 2020. Berkat dukungan dari Babinsa dan mitra kerja lain, Jawa Tengah mampu melampaui target jumlah akseptor hingga 117%. Hasil ini cukup menggembirakan, mengingat terbatasnya akses ke pelayanan KB di tengah pandemi Covid-19 yang menyebabkan turunnya capaian peserta KB baru hingga bulan Mei 2020.

“Kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada jajaran TNI yang telah mendukung Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor di Jawa Tengah, sehingga mampu melampaui target minimal yang ditetapkan”, kata Martin.

Ledakan kelahiran perlu diantisipasi dengan tetap melakukan pelayanan KB sesuai protokol Covid-19. BKKBN dan mitra kerja telah berupaya memberikan dukungan berupa alat pelindung diri (APD) pada bidan sehingga tetap dapat memberikan pelayanan KB secara aman dan nyaman untuk mencegah terjadinya putus pakai.

Pangdam IV Diponegoro menyambut baik kerjasama yang telah terjalin antara kedua institusi. Pihaknya cukup memahami bahwa kelahiran dan kehamilan yang tak terkendali dapat berakibat pada ledakan penduduk. Negara nantinya perlu menyiapkan pangan, papan dan jaminan kesehatan bagi penduduk yang tentunya tidak mudah dilakukan. Pangdam juga menyoroti dampak kepadatan penduduk yang bisa menyebabkan gesekan di masyarakat.

“Sebagian masyarakat barangkali bisa memenuhi kebutuhan pangan setiap anak yang dilahirkan, namun lahan kita kan tidak pernah bertambah jadi penduduk semakin padat”, kata Pangdam.

Pangdam menilai, slogan dua anak cukup dan lingkaran biru yang menjadi identitas program KB di masa lampau cukup membekas di benak masyarakat. Meski demikian, pihaknya berharap rebranding yang dilakukan BKKBN yang menyasar kaum milenial akan berdampak positif terhadap capaian Program Bangga Kencana.

Penandatangan dukungan Pangdam dan Kepala DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah terhadap upaya BKKBN Jateng membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penandatangan dukungan oleh Pangdam dan Kepala DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah terhadap upaya BKKBN Jateng membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani. Tak ketinggalan, Pangdam berkenan menyampaikan statement dukungan terhadap Program Bangga Kencana di Jawa Tengah. T2S

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *