Mencari Sosok Remaja Panutan Melalui Pemilihan Duta Genre 2020

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Martin Suanta, SE. M.Si mebuka Grand Final Pemilihan Duta GenRe Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Hotel MG Setos Semarang (11/8). Foto: Dok. Tatas

Semarang-Salah satu bentuk aksi nyata yang dilakukan BKKBN melalui pembinaan ketahanan remaja, melalui program Generasi Berencana diimplementasikan melalui pemberdayaan teman sebaya (peer group) dan penguatan pengasuhan (parenting) keluarga agar remaja mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai fase reproduksi sehat.

Untuk itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, BKKBN kembali menggelar Pemilihan Duta Genre di Hotel MG Setos Semarang hari ini (11/8). Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Martin Suanta, SE., M.Si membuka acara tersebut sekaligus mengukuhkan Forum GenRe Jawa Tengah. Rangkaian kontes ini berlangsung selama tiga hari dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Perwakilan BKKBN Jawa Tengah menghadirkan tim juri yang sudah berpengalaman untuk menemukan potensi dari para Duta Genre yakni dari Koalisi Kependudukan Indonesia, Psikolog, Praktisi mode serta Alumni Duta GenRe Nasional.

Tujuan dari diadakannya Pemilihan Duta Genre ini adalah untuk meningkatkan kualitas pemberian akses informasi, pendidikan, konseling, sikap dan perilaku yang positif dalam pengembangan diri secara mental, fisik, intelektual, spiritual dan sosial bagi remaja.

Kriteria yang dipatok oleh penyelenggara cukup tinggi. Yaitu memiliki pemahaman yang baik terhadap substansi Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan substansi GenRe, memiliki kreativitas yang bisa dibuktikan dengan karya nyata berupa inovasi kegiatan yang telah dilakukan di PIK Remaja setempat, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik (public speaking) dan berkepribadian baik, memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) dan menjalin kemitraan, serta mempunyai kemampuan dalam mengembangkan dan menjalankan program kerja.

“Remaja sejatinya adalah harapan semua bangsa. Bangsa yang memiliki remaja kuat serta memiliki kecerdasan spiritual, intelektual serta emosional akan menjadikan bangsa tersebut kelak akan menjadi bangsa yang kuat”, kata Kaper BKKBN Jateng Martin Suanta

Kaper berkata bahwa adanya gadget banyak mempengaruhi pola hidup manusia, tak terkecuali para remaja. Ia meminta para remaja dapat memanfaatkan perangkat digital secara bijak dan menjadikannya sarana untuk produktif.

“Banyak remaja jadi ‘mager’ karena terlalu asyik dengan gadget, saya berharap para remaja GenRe tidak demikian”, kata Kaper.

Martin Suanta cukup prihatin dengan ancaman yang mengintai masa depan remaja. Selain penyalahgunaan gadget, remaja dihadapkan pada lingkungan yang di beberapa situasi dapat mengacaukan rencana masa depan.

“Remaja saat ini sangat beresiko terhadap pernikahan dini, perilaku seks pranikah dan penyalahgunaan Napza. Remaja dalam kondisi ini tentu saja membutuhkan penanganan serta informasi seluas-luasnya mengenai kesehatan reproduksi”, lanjut Martin.

 

 

Program GenRe juga disosialisasikan melalui berbagai media dan kegiatan. Fokus kegiatannya dititikberatkan pada promosi pendewasaan usia perkawinan (PUP), penyediaan informasi kesehatan reproduksi seluas-luasnya melalui PIK Remaja serta promosi perencanaan kehidupan berkeluarga yang dikemas dalam bentuk sosialisasi program yang ramah remaja, dari, oleh dan untuk remaja melalui kegiatan Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR)

Setelah diadakannya pemilihan ini diharapkan terbangunnya inovasi dan kreativitas-kreativitas Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya dalam pemberian akses informasi,pendidikan dan konseling di PIK Remaja serta terlaksananya aksi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan di wilayah PIK Remaja. Duta Genre yang terpilih pun diharapkan mampu menjadi panutan bagi remaja sebayanya dalam merencanakan masa depan dan mengisi masa mudanya dengan hal-hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Duta GenRe juga diminta memahami Rebranding yang dilakukan oleh BKKBN. Tak hanya logo dan tagline, sejumlah aspek juga tengah diperbaharui dalam rangka memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Gaya komunikasi BKKBN kini telah disesuaikan dengan kaum milenial yang sebentar lagi menjadi orang tua. Apabila program Bangga Kencana dapat diterima dengan baik di masyarakat diharapkan dapat terjadi internalisasi dalam keluarga-keluarga di Indonesia yang nantinya mampu mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia dan sejahtera. (T2S)

 

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *