Bupati Klaten Terima Manggala Karya Kencana dari Kepala BKKBN

 

Klaten-Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) menyematkan penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) pada Bupati Klaten Hj. Sri Mulyani di Pendopo Kabupaten Klaten Sabtu (29/8) . Bupati Klaten memiliki komitmen dan perhatian yang tinggi terhadap program Bangga Kencana, sehingga layak untuk menerima MKK tersebut. Penganugerahan tersebut dirangkaikan dengan Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia Tingkat Kabupaten Klaten. Hadir dalam acara tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Martin Suanta, S.E., M.Si, Sekretaris Daerah Drs. Jaka Sawaldi, MM, Ketua TP PKK Ny. Atik Jaka Sawaldi serta jajaran Forkopimda Klaten.

Kepala BKKBN menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati Klaten terhadap program Bangga Kencana serta mengapresiasi berbagai prestasi Kabupaten Klaten di bidang pembangunan keluarga. Ia mengajak bupati dan segenap mitra untuk bahu-membahu dalam mengentaskan kemiskinan melalui pembangunan keluarga yang berkualitas. Pemkab Klaten dinilai sangat perhatian terhadap keberlangsungan Kampung KB di mana manfaatnya begitu besar bagi masyarakat.

“Kami berterimakasih sekali pada Ibu Bupati bahwa prestasi pembangunan keluarga sangat membanggakan untuk menekan angka kemiskinan”, kata dr. Hasto sekaligus menyatakan dukungan terhadap berbagai program kesejahteraan di Klaten. Kepala BKKBN menginginkan agar seluruh keluarga harus berkualitas.

       

    

BKKBN di 2021 akan memberikan DAK yang semua akan dialokasikan di kabupaten kota. Dana tersebut diharapkan dapat menggerakkan akseptor untuk mendapatkan pelayanan dengan baik. Ke depan BKKBN dan pemerintah daerah akan mengawal anggaran tersebut untuk para kader. Anggaran DAK, menurut Kepala BKKBN akan dilipatgandakan hingga mencapai angka Rp. 400 miliar yang semuanya dialokasikan ke kabupaten kota.

Kepala BKKBN juga menyampaikan pesan dari Presiden RI bahwa di masa pandemi tetap diminta tetap bekerja namun harus tetap selamat dari Covid-19. Dr. Hasto berpesan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memakai masker. Beberapa jenis pekerjaan perlu menyesuaikan diri dengan konsep stay at home agar tetap produktif di tengah wabah.

Kepada jajaran pengurus IBI yang turut hadir pada acara tersebut, dr. Hasto mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik sehingga calon akseptor dapat terlayani dengan baik.

“Bidan merupakan tulang punggung pelayanan. Ada KB ada IBI, ada IBI ada KB. Bidan bukan segalanya namun tanpa bidan, BKKBN tidak ada apa-apanya “, kata dr. Hasto.

BKKBN memberikan alat kontrasepsi secara gratis dan dalam jumlah yang mencukupi. Bahkan dalam kesempatan tersebut dr. Hasto kembali menginstruksikan agar alat kontrasepsi didistribusikan bukan hanya di fasilitas kesehatan pemerintah namun juga ke bidan praktek swasta baik yang sudah bermitra dengan BPJS maupun yang belum. Tak hanya jumlah, BKKBN juga memperbarui produk alat kontrasepsi sesuai keinginan masyarakat. Implant yang dulu 2 batang kini telah diproduksi implant 1 batang. Suntik KB tiga bulanan pun kini memungkinkan para ibu untuk tetap menstruasi. Pil KB Progesteron only juga diluncurkan BKKBN untuk mengakomodasi kebutuhan para ibu yang akan menyusui pasca melahirkan. Pil KB jenis ini tidak mengganggu produksi ASI namun dapat mengurangi anemia.

Acara penganugerahan berlangsung sederhana dan menerapkan protokol kesehatan. Sebagian peserta dari unsur Camat, Penyuluh KB dan Kader KB mengikuti secara virtual. Sejumlah pertanyaan dilontarkan melalui video conference yang dipandu oleh Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah. T2S

 

 

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *