Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Berikan Pembinaan mengenai Lansia Tangguh di 10 Desa

BANYUMAS – Sebagai bentuk kemitraan antara BKKBN dengan Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Sosiologi Fisip Universitas Jenderal Soedirman melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan tajuk “Peran Keluarga dalam Pembentukan Lansia Tangguh”. Kegiatan ini dimulai pada bulan Agustus hingga September 2020 di sepuluh desa yaitu Karangsalam Kidul, Kebocoran, Kedungbanteng, Beji, Karangnangka, Keniten, Dawuhan Wetan, Dawuhan Kulon, Kalisalak, dan Kutaliman. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari hasil diskusi antara BKKBN dengan Koordinator Program Studi S1 Sosiologi, Nanang Martono, Ph.D dan Ketua Jurusan Sosiologi Dr. Tyas Retno Wulan, Msi pada tanggal 11 Maret 2020 yang lalu di Aula Sospol Unsoed. Selain dihadiri jajaran perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, hadir pula Kepala Dinas OPD KB Kabupaten Banyumas saat itu, Drs. Taefur Arofat, M.Pd.i dan pemaparan materi mengenai Lansia Tangguh oleh Ibu Dyah Pancasilawati.

Mahasiswa Unsoed Berikan Pembinaan mengenai Lansia Tangguh di 10 Desa
Mahasiswa Unsoed Berikan Pembinaan mengenai Lansia Tangguh di 10 Desa

Dalam diskusi tersebut telah disepakati bahwa mahasiswa perlu berperan mengedukasi masyarakat untuk menjadikan keluarga-keluarga yang mendukung terwujudnya lansia-lansia tangguh. Sehingga, akan hilang stigma yang saat ini ada bahwa lansia adalah beban keluarga. Lansia tangguh adalah lansia yang tetap sehat (fisik, sosial dan mental), mandiri, aktif dan produktif sehingga dapat mencapai masa tuanya secara berkualitas dengan rasa aman dan didukung dengan lingkungan yang nyaman. Salah satu upayanya adalah dengan aktifnya keluarga-keluarga yang memiliki lansia dalam kegiatan Bina Keluarga Lansia.

Dijelaskan oleh Nanang Martono, Ph.D selaku PIC kegiatan ini, materi yang disampaikan mahasiswa dalam kegiatan KKL ini meliputi 8 (delapan) fungsi Keluarga, dan 7 (tujuh) dimensi lansia. Baik Unsoed maupun BKKBN berharap kegiatan semacam ini bisa terus dilakukan, agar mahasiswa dapat terus berperan dalam mengedukasi masyarakat terkait ketahanan keluarga.

Diketahui berdasarkan data BPS, jumlah lansia di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, yang membuat Indonesia termasuk dalam kategori negara dengan penduduk tua. Tahun 2016 jumlah penduduk lansia di Indonesia sekitar 22,6 juta jiwa, setara dengan 8,03% jumlah penduduk Indonesia (sumber : Statistik Penduduk Lanjut Usia Tahun 2015). Bahkan UN memproyeksikan jumlah lansia di Indonesia pada tahun 2050 akan sama dengan penduduk balita dan remaja di Indonesia. Karenanya, seluruh keluarga perlu dipersiapkan untuk menjadi keluarga-keluarga yang mendukung lingkungan yang nyaman bagi lansia agar lansia-lansia di Indonesia menjadi lansia tangguh. [Diana – KKB BMS]

(Sumber berita : Jurusan Sosiologi FISIP Adakan KKL Peran Keluarga dalam Pembentukan Lansia Tangguh dalam http://fisip.unsoed.ac.id/jurusan-sosiologi-fisip-adakan-kkl-peran-keluarga-dalam-pembentukan-lansia-tangguh/

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *