Kepala BKKBN Sematkan MKK pada Bupati dan Ketua TP PKK Cilacap

Kepala BKKBN DR. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyematkan Manggala Karya Kencana pada Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji dan Ketua TP PKK Cilacap Teti Rohatiningsih S. Pamuji di Pendopo Wijaya Kusuma Kabupaten Cilacap Kamis (17/9). Foto: Dok Tatas

 

Cilacap – Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji dan Ketua TP PKK Hj. Teti Rohatiningsih S. Pamuji, S.Sos  dianugerahi Manggala Karya Kencana yang disematkan oleh Kepala BKKBN DR(H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) di Pendopo Wijaya Kusuma Kabupaten Cilacap Jumat  tadi (17/9). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rahman S.STP, M.Si; Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Martin Suanta, SE. M.Si; Kepala DP3AP2KB Jawa tengah Dra. Retno Sudewi, Apt. M.Si, MM, Kepala Dinas KBPPPA Cilacap Murniyah, S,Pd M.Pd dan Forkopimda.

  

Kepala BKKBN memberikan apresiasi kepada Bupati Cilacap karena komitmen dan dukungannya pada Program Bangga Kencana di wilayahnya sehingga perkembangan program tersebut terlaksana dengan baik bahkan meraih prestasi di beberapa aspek, utamanya dalam upaya penurunan Angka Kelahiran (TFR). selain itu,Kepala BKKBN juga mengapresiasi pengelolaan Kampung KB Gadis di RW IV Kelurahan Tegalreja Kecamatan Cilacap Selatan yang meraih juara 1 tingkat nasional.

“Total Fertility Rate di Jateng masih sekitar 2,3 namun di Cilacap ini meski penduduknya banyak tapi tertib maka TFR-nya hanya 2,1 lebih sedikit, ini luar biasa”, kata dr. Hasto.

“Angka 2,1 tersebut sebenarnya baru akan kita capai (secara nasional) di tahun 2024”, lanjutnya.

Dalam sambutannya, dr. Hasto Wardoyo mengatakan bahwa Cilacap memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk terbesar di Jateng. Potensi ibu melahirkan di Cilacap juga tinggi, Dinkes mencatat ada 28 ribu kelahiran dalam setahun. Tantangan yang perlu dipersiapkan solusinya adalah dalam lima tahun tidak boleh ada lebih dari 14% balita stunting di Cilacap.

Menyangkut perencanaan keluarga, dr. Hasto mengatakan untuk menghindari empat terlalu. Remaja putri akan menghadapi risiko dalam proses kehamilan dan melahirkan jika hamil di bawah umur 20 tahun. Pada usia tersebut, tulang panggul wanita belum mencapai 10 cm yang memungkinkan kepala bayi melewatinya.

“Allah menciptakan diameter kepala bayi kalau lahir 9,8 cm; itulah sunnatullah yang luar biasa”, kata dr. Hasto.

Dalam masa kepemimpinannya, ada 10 perubahan di BKKBN. Antara lain penggantian logo, jingle dan tagline “Berencana itu Keren” yang lebih kekinian, perubahan akronim KKBPK menjadi Bangga Kencana sehingga mudah diucapkan, hingga pengadaan alkon yang disesuaikan dengan keinginan masyarakat seperti suntik 1 cc dan implant 1 batang. BKKBN juga mengubah konsep bahwa dua anak lebih sehat untuk merevisi konsep dua anak cukup yang di beberapa daerah mendapatkan pertentangan di beberapa wilayah.

 

Terkait penurunan TFR, Bupati Cilacap mengungkapkan bahwa pada prakteknya di masyarakat masih terdapat kultur yang menginginkan anak berjenis kelamin tertentu. Hal ini yang menyebabkan di beberapa keluarga terdapat lebih dari dua anak.

Dukungan Bupati dan pemerintah Kabupaten Cilacap sangatlah tinggi. Seperti tertuang dalam APBD Tahun 2019,alokasi untuk Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Cilacap sebesar Rp 14,9 miliar. Begitu pun alokasi untuk tahun anggaran 2020.

BKKBN juga akan meningkatkan besaran Dana Alokasi Khusus di tahun depan dari 68 M menjadi 400 M di tahun depan dan dibagi langsung ke kabupaten kota. BKKBN juga akan membuka usulan dari daerah penggunaan daerah baik fisik maupun non fisik.

“Kami akan menaikkan DAK BOKB yang dulunya anggaran itu di provinsi maka kami usulkan anggaran penggerakan akseptor lebih banyak kita tempatkan di kabupaten kota, kami percaya kabupaten kota lebih dekat dengan rakyat”, ucap dr. Hasto.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan kendaraan operasional Penyuluh KB oleh Kepala BKKBN serta bantuan faceshield secara simbolis dari Kepala DP3AP2KB pada Bupati Cilacap. T2S

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *