Komitmennya Luar Biasa, Walikota Solo Raih MKK

 

Kepala BKKBN DR (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menyematkan Manggala Karya kencana pada Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo di Pendhapi Gede Balai Kota Surakarta. Foto: Dok. Tatas

Solo – Komitmen Pemerintah Daerah di Jateng lagi-lagi diganjar penghargaan. Kali ini Walikota Surakarta FX. Hadi Rudyatmo dan Ketua TP PKK Elisabet Endang Prasetyaningsih menerima anugerah Manggala Karya Kencana dari Kepala BKKBN DR(H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di Pendhapi Gedhe  Balai Kota Surakarta Jumat (18/9) pagi. Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Achmad Purnomo Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah dan Forkopimda Surakarta.

 

 

Dokter Hasto Wardoyo pun menyampaikan apresiasi atas komitmen Walikota dan Ketua TP PKK dalam menyukseskan program Bangga Kencana di wilayah Kota Solo. Ia memuji capaian angka TFR Kota Solo yang telah mencapai 1,8 anak per wanita usia subur. Target nasional sendiri sebesar 2,1 ditargetkan tercapai pada 2024. Selain itu, pemakaian kontrasepsi modern pun cukup tinggi.

“Capaian lain yang cukup menggembirakan adalah kepesertaan KB atau MCPR 66,21% Indonesia secara keseluruhan baru 57%, jadi tidak salah jika Bapak Walikota dan TP PKK mendapatkan penghargaan”, puji dr. Hasto.

  

  

Kepala BKKBN lantas memuji inovasi Sultanikah Capingan (Konsultasi Pranikah Calon Pinanganten) yang diinisiasi Kota Solo. Pinanganten, merupakan sebutan bagi calon pangantin di Jawa     yang berencana akan menikah. Penyiapan kehidupan berumah tangga bagi pinanganten dinilai sangat penting. Kepala BKKBN menyentil muda-mudi yang mengalokasikan budget besar untuk melaksanakan foto prewedding namun alpa dalam membeli kapsul asam folat, vitamin C dan zinc yang harganya tak seberapa. Persiapan ini sangat penting dalam rangka mencegah stunting.

Terkait penghargaan yang diterimanya, Walikota menyatakan bahwa ini merupakan kerja keras setiap pihak di Kota Solo. FX Rudi mengungkapkan kesan positif terhadap kinerja Penyuluh KB Kota Surakarta. Menurutnya, meskipun secara struktur, PKB merupakan ASN pusat, namun pada prakteknya mampu melakukan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah melalui OPD KB.

“Di Solo, meskipun Penyuluh merupakan karyawan BKKBN namun tetap LURIK, Lurus dalam Pengabdian, Ikhlas dalam Pengabdian”, kata Walikota. PKB disebut telah menerapkan lima mantap yakni mantap kejujuran, mantap kedisiplinan, mantap pelayanan, mantap organisasi dan mantap gotong royong.

Walikota menghadiahkan sebilah keris pamor Udan Mas dan wayang Puntadewa pada Dokter Hasto. Ia menyebut bahwa sosok Kepala BKKBN ini mirip dengan Puntadewa, dimana memiliki perangai yang lemah lembut, ikhlas namun trengginas dalam bertindak. Sejumlah penghargaan pada Kampung KB dan pelaksanan di lapangan pun ikut diserahkan.T2S

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *