Pandemi Bukan Halangan Ber-KB

Ungaran – Kembali kolaborasi BKKBN dengan mitra kerja, dalam hal ini DPR RI Komisi IX dalam mendorong percepatan pelaksaan program Bangga Kencana di daerah terus digalakkan.

Pandemi Bukan Halangan Ber-KB
drg. Widwiono, M.Kes, Direktur Bina Kualitas Pelayanan KB BKKBN bersama Tania, Tenaga Ahli DPR RI Komisi IX dan Ir. Nanik Budi H, MP, Kabid KB-KR Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah berbincang dengan akseptor KB Implan yang tengah dilayani di Puskesmas Semowo, Kabupaten Semarang (23/9). Foto : AFDA

Kali ini, bersama Tuti Nusandari Roesdiono, anggota DPR RI Komisi IX dari F-PDIP melakukan pelayanan KB pada beberapa fasilitas kesehatan di Kabupaten Semarang.

Rabu (23/9), dimulai dari titik pertama di Puskesmas Semowo, pelayanan KB dimulai dengan sekitar 30 calon akseptor KB yang dilayani dengan menerapkan protokol kesehatan.  Seluruh calon akseptor diatur kedatangannya per kelompok, dengan masing-masing kelompok berjumlah 5 akseptor.

Hadir juga Direktur Bina Kualitas Pelayanan KB BKKBN, drg. Widwiono, M.Kes didampingi oleh jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan Dinas P3AKB Kabupaten Semarang.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa ada kemungkinan yang cukup besar munculnya fenomena baby boom di Indonesia selama masa pandemi ini. Hal ini sebagai konsekuensi atas adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar yang banyak diterapkan di berbagai daerah.

“Oleh karena itu, pelayanan KB selama pandemi tidak boleh berhenti, harus tetap berjalan dengan protokol kesehatan yang berlaku”, tegasnya.

Senada dengannya, Tuti Nusandari Roesdiono, anggota Komisi IX DPR RI, yang tersambung melalui video conference mengungkapkan bahwa kehamilan yang tidak diinginkan memiliki berbagai macam konsekuensi, baik kesehatan, ekonomi, sosial dan sebagainya.

Salah satu resikonya adalah anak yang dilahirkan akan stunting atau dikenal dengan kondisi kekurangan gizi kronis yang mengakibatkan gagal pertumbuhannya, baik secara fisik maupun otak.

“Jadi KB itu punya peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, lebih jauh pada kesejahteraannya”, imbuhnya.

DPR menurutnya akan senantiasa mendukung program-program pemerintah termasuk BKKBN dan siap membantu serta berkolaborasi bersama agar masyarakat Indonesia semakin sejahtera.

Tak ketinggalan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Martin Suanta, yang ikut bergabung juga dalam kegiatan tersebut melalui sambungan video conference mengucapkan terima kasih atas dukungan & komitmen DPR selama ini dalam menggiatkan program Bangga Kencana baik secara nasional maupun di daerah pemilihannya.

Lokasi lainnya pada hari itu yang juga memberikan pelayanan KB diantaranya Puskesmas Bringin dan Suruh dengan jumlah akseptor masing-masing 30 orang. Seluruh peserta yang dilayani juga akan mendapatkan sembako berupa bahan pangan seperti beras, gula, susu, dan sebagainya. [AFDA]

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *