Saka Kencana Siap Eksis Kembali

Ungaran – Mengenang kejayaan program KB di masa dahulu sekitar tahun 1980-an, rasanya akan kurang jika tidak mengingat salah satu gerakan yang turut berjaya dan berkibar di kalangan para remaja saat itu, yaitu Saka Kencana, salah satu Satuan Karya dalam Pramuka.

Momen-momen kejayaan dulu itulah yang saat ini menjadi penyemangat bagi BKKBN sebagai institusi pengelola Saka Kencana untuk membangunkan kembali satuan karya ini dari tidurnya yang cukup lama.

Saka Kencana Siap Eksis Kembali
Kaper BKKBN Jateng bersama para pemenang lomba PIK Remaja Terbaik Tk. Provinsi Tahun 2020

Dalam kurun 1 tahun terakhir ini, Saka Kencana mulai digarap kembali, diawali dari pengaktifan kembali para pengurus dan anggotanya baik di tingkat pusat hingga daerah hingga penyedia sarana prasarana dan anggaran untuk melaksanakan berbagai kegiatan pendukungnya.

Jawa Tengah sendiri, setahun lalu sudah mulai menggerakkan kembali Saka Kencana dengan  diawali dengan pelantikan Mabisaka sekaligus dilanjutkan dengan Jambore Saka Kencana.

Saka Kencana Siap Eksis Kembali

Kali ini, untuk membekali kembali para pamong, pembina sekaligus anggota Saka Kencana mengenai program Bangga Kencana, Selasa (20/10) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan “Workshop Peningkatan Kualitas Pengelolaan Saka Kencana” di The Wujil Convention & Hotel Kabupaten Semarang selama 2 hari ini.

Martin Suanta, SE, M.Si, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya menjelaskan bahwa saat ini BKKBN sangat konsen dan fokus pada pembinaan ketahanan remaja karena remaja merupakan aset masa depan bangsa, salah satunya melalui Saka Kencana Pramuka.

Menurutnya, remaja saat ini dihadapkan pada ancaman dan bahaya besar di depan mata. Pergaulan bebas saat ini beresiko terhadap munculnya perilaku dan tindakan yang jauh dari norma, seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba hingga pernikahan dini.

“GenRe (Generasi Berencana) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyiapkan generasi unggul melalui perencanaan kehidupan berkeluarga”, ujarnya.

Penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja yang ia maksud adalah merencanakan masa depan mulai dari pendidikan yang terencana, berkarir dalam pekerjaaan hingga menikah yang penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Saka Kencana Siap Eksis Kembali

Masa pandemi covid ini selain menjadi tantangan bagi pengelola Saka Kencana, juga bisa diambil alih sebagai momentum strategis untuk unjuk gigi.

“Jadikan pengelola, pamong, pembina dan anggota Saka Kencana trend center atau pusat perhatian”, jelas Ir. Agung Suparyoko, Wakil Ketua Bidang Satuan Karya Kwarda Jawa Tengah dalam paparannya.

Lebih lanjut, ia menerangkan maksud dari trend center atau pusat perhatian ialah para pengelola maupun anggota Saka Kencana harus bisa menjadi role model, informan, fasilitator serta edukator di tengah masyarakat dalam segala hal, termasuk pada masa pandemi ini, terkait protokol kesehatan.

Di sesi lain dalam acara tersebut, Sekretaris Kwarda Jateng, Ahmad Istajib mengingatkan bahwa jangan sampai semangat membangkitkan Saka Kencana ini tidak terarah.

“Semangat membangkitkan dengan merekrut banyak anggota jangan sampai tidak diimbangi dengan me- maintenance -nya”, tegas Kak Istajib sapaannya.

Tak lupa, sebagai bekal bagi para peserta, kegiatan juga diisi dengan materi – materi dari berbagai Krida yang ada di Saka Kencana, yaitu Krida Kependudukan, Kesejahteraan & Ketahanan Keluarga, Kesehatan Reproduksi, Promosi & KIE serta Generasi Berencana.

Pada kesempatan itu juga, juga diberikan penghargaan kepada pengelola PIK Remaja Terbaik Tingkat Provinsi, diantaranya PIK Remaja Puspa Ceria Kabupaten Banjarnegara sebagai Juara I, PIK Remaja Lentera Kabupaten Jepara sebagai Juara II, PIK Remaja Cempaka Tujuh Kabupaten Rembang sebagai Juara III dan PIK Mahasiwa Universitas Muhammadiyah Pekajangan Kota Pekalongam sebagai Juara Favorit. AFDA

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *