164 ASN sudah sah menjadi Penyuluh KB di Jawa Tengah

Calon Penyuluh KB yang dilantik mengucapkan janji yang dibacakan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Fungsional Penyuluh KB di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Kamis (3/12) Foto : AFDA – Advokasi & KIE

 

Semarang – Resmi sudah 164 ASN calon penyuluh KB yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota se – Jawa Tengah menjadi Penyuluh KB Ahli Pertama usai dilantik dan diambil sumpah serta janjinya oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah di ruang Vasektomi Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Kamis pagi (3/12).

Acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji tersebut menghadirkan 14 orang ASN calon penyuluh KB yang berasal dari Jepara, Kendal, Kabupaten dan Kota Semarang. Tak lupa, acara ini disiarkan dan diikuti juga secara virtual oleh 150 orang sisanya yang juga calon penyuluh KB se – Jawa Tengah di kantor OPD KB Kabupaten/Kota masing – masing.

Martin Suanta, SE, M.Si, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah mengawali sambutannya mengucapkan selamat atas dilantiknya para penyuluh KB ahli pertama ini.

Ia menyampaikan bahwa jabatan fungsional penyuluh KB ini memiliki tanggungjawab yang tidak ringan dan dituntut memiliki sisi profesionalisme yang tinggi, disamping juga perannya dalam pengembangan program Bangga Kencana di tengah keterbatasan yang ada.

“Kondisi saat ini, jumlah penyuluh KB yang berstatus PNS hanya ada 1.680, jauh dari target yang seharusnya untuk Jawa Tengah (yaitu) 2.957 orang”, terang Martin sapaannya.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa idealnya seorang penyuluh KB itu mendampingi 1 atau 2 desa/kelurahan saja. Namun realita yang terjadi di lapangan, banyak penyuluh KB yang mengampu hingga 5 – 6 desa/kelurahan.

Menurutnya, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri sekaligus juga melatih kemampuan seorang penyuluh KB untuk menyusun strategi yang jitu agar tetap mampu menggelorakan program Bangga Kencana di masyarakat, salah satunya melalui optimalisasi peran kader KB  seperti PPKB dan Sub PPKBD beserta jejaringnya.

“Penyuluh KB ini adalah kunci dalam segala hal, ibarat kamus, yang dapat mengerti akan semua hal”, imbuhnya.

Masyarakat menurutnya akan bertanya segala hal kepada penyuluh KB sehingga dibutuhkan kemampuan dan kecakapan untuk hal itu agar masyarakat tidak berkurang kepercayaannya kepada penyuluh KB.

Di akhir sambutannya, Martin berpesan kepada seluruh penyuluh KB yang baru dilantik ini untuk selalu mengikuti perkembangan isu yang terjadi di lapangan dan selalu diskusi dan konsultasikan dengan para penyuluh KB yang sudah senior.

Saling berbagi dan menghargai antar sesama penyuluh KB baik itu yang senior maupun junior menurutnya akan mampu membantu mempermudah tugas di lapangan.

Pada acara itu, ditandatangani pakta integritas antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dengan Penyuluh KB yang dilantik sekaligus penyerahan SK Jabatan Fungsional Penyuluh KB Ahli Pertama.

Hadir pula dalam acara pelantikan ini, para pejabat  struktural dan fungsional di lingkungan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah. AFDA

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *