Pendataan Keluarga, Fokus berikutnya BKKBN

Dr. Ir. Dwi Listyawardani, Sc. Dip. Com, Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada Muhammad Nabil Haroen, S.Sos I, S.Pd, M.Hum, anggota DPR RI Komisi IX Dapil Jawa Tengah V untuk nantinya diserahkan kepada masyarakat, Sabtu (5/12). Foto : AFDA – Advokasi & KIE.

Sukoharjo – Sabtu (5/12), anggota DPR RI, Muhammad Nabil Haroen, S.Sos I, S.Pd, M.Hum bersama Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, Sc. Dip. Com berkesempatan bertemu dan menyapa para tenaga kesehatan dan kader KB Kabupaten Sukoharjo dalam acara “Advokasi dan Komunikasi Keluarga di Masa Pandemi” di Kelurahan Jombor Kabupaten Sukoharjo.

Kedatangan keduanya kali ini untuk mempromosikan dan menggencarkan kembali program Bangga Kencana di tengah – tengah masyarakat, terlebih pada tahun depan BKKBN punya program besar, yaitu Pendataan Keluarga.

“Fokus BKKBN tahun depan adalah Pendataan Keluarga dan bedanya dengan sensus salah satunya adalah pelaksananya adalah tetangga sendiri, bukan orang lain, kader KB, jumlahnya sekitar 1,3 juta kader”, jelas Dani sapaannya.

Pendataan Keluarga yang dilaksanakan BKKBN sekitar bulan april hingga mei tahun depan ini menurutnya merupakan bagian dari Keterpaduan Data Kesejahteraan Sosial yang salah satu tujuannya untuk memetakan tingkat kesejahteraan keluarga dengan berbagai indikator.

Ia juga meminta kepada tenaga kesehatan dan para kader KB yang hadir ikut membantu mensukseskan kegiatan besar ini, minimal dengan ikut memberikan jawaban yang valid dan sesuai kenyataan saat kader KB datang ke rumah melakukan pendataan.

Tak ketinggalan, ia juga menyinggung peran Kampung KB terhadap pencegahan kejadian stunting yang saat ini masih banyak terjadi di Indonesia. Mengingat saat ini, BKKBN ditunjuk langsung oleh Presiden sebagai leader penanganan pencegahan stunting.

“Kampung KB ini akan kami maksimalkan (untuk pencegahan stunting berbasis keluarga), yang digarap adalah calon pasangan usia subur, khususnya penyiapan sebelum berkeluarga, baik secara mental, psikis, ekonomi dan kesehatan”, terangnya, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Deputi Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN.

Terlebih menurutnya berdasarkan data banyak penduduk di wilayah Sukoharjo yang menjadi pekerja migran di luar negeri sehingga butuh pendampingan kepada keluarga yang ditinggal dalam waktu yang lama ini dalam segala aspek, tak terkecuali kesehatannya.

Oleh karenanya, Kampung KB perlu dioptimalkan perannya melalui kader dan tenaga kesehatan yang ada, mengingat Kampung KB ini didalamnya banyak terlibat lintas sektor.

Tak ketinggalan, anggota DPR Komisi IX yang hadir mendukung apa yang sudah diagendakan untuk tahun depan, yaitu Pendataan Keluarga.

“Apa yang menjadi fokus BKKBN untuk tahun depan (pendataan keluarga) tentunya kami dan kita upayakan dukung terus”, jelas Gus Nabil, sapaannya.

Ia juga menyinggung soal masa awal – awal penanganan stunting oleh pemerintah yang cenderung bersifat sporadis dan sektoral, tidak dilakukan secara terpadu.

“Maka saya bersyukur saat ini ketika BKKBN ditunjuk Presiden untuk menjadi leader penanganan pencegahan stunting, saya dukung dan dorong penuh”, imbuhnya, yang juga Ketua Umum Pagar Nusa, organisasi pencak silat yang berafiliasi dengan Nahdhlotul Ulama.

Ia juga mendorong agar kegiatan semacam ini untuk terus dilakukan agar masyarakat semakin tahu program Bangga Kencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Eka Sulistia Ediningsih, SH, M.Si, Direktur KIE BKKBN, Rustamadi, SH, MM, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dan Ir. Proboningsih Dwi, Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Sukoharjo.

Momentum kunjungan kerja di Sukoharjo ini dimanfaatkan betul oleh Gus Nabil dengan menyambangi salah satu fasilitas kesehatan yang terletak di pusat kota Sukoharjo, yaitu Puskesmas Sukoharjo.

Didampingi beberapa pejabat BKKBN pusat maupun daerah, ia menyerap aspirasi para tenaga kesehatan yang ada di puskemas tersebut.

Hasilnya, 2 buah air conditioner atau pendingin ruangan dan beberapa paket sembako diserahkan kepada puskesmas untuk dapat dipergunakan dan dimanfaatkan.

Selain ke puskesmas, rombongan tersebut juga blusukan ke beberapa desa yang terdampak covid baik di Sukoharjo maupun Boyolali untuk membagikan paket sembako. AFDA

 

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *