Depan > Index Berita > Jateng masuki Bonus Demografi, Pemda harus siap memanfaatkannya
Jateng masuki Bonus Demografi, Pemda harus siap memanfaatkannya
Minggu, 3 September 2017

DSC_5713.JPG
Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI, DR. Wendy Hartanto, MA  memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Kependudukan Menyongsong Bonusi Demografi di Jateng (30/8). Foto : Dok. Aulia Advokasi&KIE

Semarang-Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pembangunan Kependudukan dalam rangka menyongsong Bonus Demografi di Jawa Tengah pada Rabu (30/8) lalu bertempat di Hotel Dafam, Semarang. Pada rapat koordinasi tersebut dihadiri Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI, DR. Wendy Hartanto, MA dan Direktur Perencanaan Kependudukan dan Perlindungan Sosial Kementerian PPN/Bappenas, Maliki, ST, MSIE, Ph.D sebagai narasumber.

Agung Kunmaryono, SH, Kasubbid Kesejahteraan Sosial yang mewakili Kepala BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya menyebutkan bahwa jumlah penduduk usia kerja/produktif yang melimpah, utamanya di Jawa Tengah bisa menguntungkan dari sisi pembangunan. Ia juga mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk responsif dalam menyikapi kondisi tersebut.
 
“Pemerintah harus tanggap dalam menghadapi bonus demografi, yaitu dengan menyusun perencanaan/kegiatan yang mendukung terciptanya SDM yang berkualitas”, ujar Agung. Ia juga menjelaskan bahwa bonus demografi itu akan berhasil jika kualitas pendidikan & kesehatan ditingkatkan, kapasitas lapangan kerja sebanding dengan angkatan kerja yang ada serta konsistensi & komitmen dalam menurunkan angka fertilitas.
 
Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN RI, DR. Wendy Hartanto, MA dalam paparannya berujar, “Sebenarnya Indonesia telah memasuki fase Bonus Demografi, yang sudah dimulai pada tahun 2012 dan diproyeksikan berakhir pada tahun 2046”. Masih menurutnya, pada kurun waktu tersebut (2012 – 2046), jumlah usia produktif lebih dari separuh jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Kondisi tersebut menjadi keuntungan secara ekonomi karena rasio ketergantungan menjadi turun sebagai efek dari penurunan fertilitas jangka panjang. Ia juga menegaskan bahwa peluang besar di depan mata ini harus digarap secara benar dan bersama – sama, bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja tetapi juga swasta dan masyarakat seluruhnya.
 
Menanggapi sejauhmana peran BKKBN dalam mensikapi kondisi tersebut, DR. Wendy Hartanto, MA menyebutkan bahwa sesuai dengan tugas dan fungsinya BKKBN berperan dalam mensinergikan paradigma pembangunan yang berwawasan kependudukan, perencanaan dan pembangunan keluarga serta pembinaan generasi muda. Semua tugas tersebut berujung pada upaya menciptakan Generasi Emas Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Sejahtera.
 
Narasumber lain, Direktur Perencanaan Kependudukan dan Perlindungan Sosial Kementerian PPN/Bappenas, Maliki, ST, MSIE, Ph.D juga menjelaskan bahwa fase Bonus Demografi merupakan kesempatan besar yang tidak mungkin dapat terulang lagi bagi bangsa Indonesia. “Periode Bonus Demografi merupakan peluang besar untuk mengurangi angka kemiskinan, mengingat jumlah usia produktif lebih besar dibandingkan usia non produktif, namun juga harus dipastikan bahwa usia produktif itu benar – benar produktif (bekerja)”, jelasnya.
 
Menurutnya, pemerintah daerah sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat harus benar-benar menyikapi hal tersebut dengan baik, melalui pemberian ketrampilan atau life skill yang harus disesuaikan dengan pasar kerja, pemberian stimulan bagi sektor informali untuk mengikuti program SJSN, memperkuat jejaring pemasaran produk – produk lokal serta pemberian ketrampilan tambahan bagi ibu – ibu rumah tangga.
 
Rapat koordinasi ini diikuti oleh seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, yang diwakili dari Bappeda dan OPD Pengelola Program Kependudukan. Hasil dari rapat koordinasi ini berupa upaya pemetaan permasalahan, potensi dan implikasi bonus demografi di Jawa Tengah Tahun 2018 – 2023 yang akan diintegrasikan dalam dokumen perencanaan kedepan. Aulia-Advokasi&KIE