BKKBN Harapkan Penguatan Program melalui Rekrutmen CPNS

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng meninjau pelaksanaan tes CPNS di UPT. BKN Semarang siang tadi (30/1).

Ungaran-BKKBN menjadi salah satu instansi yang menggelar rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara formasi 2019. Selama  tiga hari (29-31/1) 476 pelamar yang lolos seleksi berkas mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan Computer Assisted Test (CAT) di UPT. Badan Kepegawaian Negara Semarang Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Mereka akan memperebutkan 45 formasi yang dibuka di BKKBN Jateng.

Dalam keterangannya di sela-sela inspeksi ke lokasi ujian, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Wagino, SH., M.Si menyampaikan harapannya terkait rekrutmen Calon ASN yang akan bergabung di jajarannya. Selain itu, ia juga meminta agar peserta ujian dapat mengerjakan tes dengan tenang dan banyak berdoa.

“Alhamdulillah mulai dari kemarin,sampai hari ini dan besok tes untuk calon ASN Perwakilan BKKBN Jawa Tengah lancar, mudah-mudahan tidak ada halangan suatu apapun”, ujarnya.

Wagino menaruh harapan pada para Calon ASN ini kelak akan mampu memberikan dampak positif dan tambahan kekuatan di jajaran BKKBN Jawa Tengah, baik sebagai Penyuluh KB (PKB) di lapangan maupun karyawan di kantor perwakilan di Jalan Pemuda.

“Kami berharap nanti hasilnya betul-betul bisa diandalkan khususnya untuk PKB dan Karyawan Perwakilan BKKBN Jawa Tengah. Saya berharap PKB yang ditempatkan di kabupaten kota dapat legowo“, lanjutnya.

Jumlah Penyuluh KB saat ini belum bisa dikatakan ideal. Penambahan personel yang telah dilakukan beberapa tahun belakangan ini belum mampu menutup kekurangan tersebut. CPNS yang masuk belum sebanding dengan PKB yang pensiun di tahun yang sama. Ia memandang, terbatasnya tenaga PKB saat ini kurang memungkinkan untuk dilakukan kunjungan ke desa-desa yang seyogyanya perlu dilakukan secara reguler.

“Jauh (perbandingannya-red), PKB dan diterima hanya 30 sedangkan yang akan purna tugas sekitar 100 sehingga perbandingannya masih jauh. Jateng sebetulnya memerlukan PKB sekitar 3000-3500 sedangkan jumlah saat ini sekitar 1800 sehingga masih kurang 2000-an, kekurangan ini mestinya pemerintah daerah dan pemerintah pusat ikut memikirkan kekurangan tersebut”, kata Kaper. “Mestinya setiap tahun ada penambahan PKB ya, disesuaikan dengan kondisi dan situasi di Jateng”, harapnya.

Terkait dengan dengan calon rekrutan barunya nanti, Wagino berharap mereka lekas beradaptasi. Berbagai agenda penting seperti pendataan keluarga akan datang di tahun 2020. Selain itu, Kepala BKKBN juga telah mematok target angka kelahiran total (TFR) di angka 2,1 di tahun 2024. Ditambah pembinaan-pembinaan di desa yang memerlukan teknik komunikasi yang mumpuni serta dedikasi yang tinggi.

“Saya berharap nanti PKB-PKB yang baru segera menyesuaikan dengan lingkungannya dan belajar dengan senior-seniornya sehingga bisa mengejar ketertinggalan desa-desa yang jarang dikunjungi, serta pembinaan pada kelompok-kelompok kegiatan”, pungkasnya.

T2S/HMS

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *