BKKBN Implementasikan Kependudukan melalui Kuliah Umum

Solo-Upaya mengimplementasikan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dilakukan melalui berbagai jalur, mempertimbangkan sasaran yang dibidik untuk sosialisasi program ini. Kalangan mahasiswa dan akademisi adalah salah satu pihak yang diharapkan mampu diandalkan untuk ikut serta menyukseskan program KKBPK dengan potensi yang dimilikinya. Untuk dapat berkiprah menjadi bagian dari pembangunan kependudukan para generasi muda perlu ditingkatkan wawasan dan kapasitasnya melalui Pendidikan Kependudukan. Menyadari hal ini, BKKBN menggelar Kegiatan Implementasi Pendidikan Kependudukan melalui Materi Kuliah Umum di Auditorium Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. A. Yani, Mendungan, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo pada Kamis (21/11) pagi dengan tema “Meningkatkan Kualitas Penduduk dalam Pemanfaatan Bonus Demografi di Era Revolusi Industri 4.0”.

Pendidikan Kependudukan adalah adalah upaya terencana dan sistematis untuk membantu masyarakat agar memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang kondisi kependudukan serta keterkaitan timbal balik antara perkembangan kependudukan yaitu kelahiran, kematian, perpindahan serta kualitas penduduk dengan kehidupan sosial, ekonomi, kemasyarakatan dan lingkungan hidup sehingga mereka memiliki perilaku yang bertanggung jawab dan ikut peduli dengan kualitas hidup generasi sekarang dan mendatang.

Generasi muda merupakan subjek dan objek pembangunan. Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) saat ini terdapat 63 juta milenial berada diusia produktif. Angka ini menandakan bahwa Bonus Demografi sedang dinikmati Bangsa Indonesia. Hanya saja, Bonus Demografi hanya akan dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila penduduk usia produktifnya berkualitas, sehingga  benar-benar menghasilkan karya dan kinerja yang produktif pula.

Para peserta kuliah umum mendapatkan paparan komprehensif menyangkut jal tersebut dari Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Dr. dr. M. Yani, M.Kes.,PKK. dengan tajuk Peningkatan Kualitas Penduduk di Dalam  Optimalisasi Pemanfaatan Bonus Demografi. Begitu pentingnya agar kita tidak melewatkan Bonus Demografi ini sehingga dapat menjadi jendela kesempatan (window of opportunity) bukannya window of disaster.

“Bonus Demografi bisa dimanfaatkan apabila usia produktif tersebut berkualitas sehingga benar-benar menghasilkan karya dan kinerja produktif”, ucap Deputi dalam paparannya.

Pada puncaknya, lanjut M.Yani, Bonus Demografi yang dimiliki Indonesia dibuktikan dengan setiap 100 tenaga kerja menanggung tidak sampai 50% usia tidak produktif yakni anak dan lanjut usia, dengan prosentase antara 47%-48%. Artinya pada saat itu penduduk usia produktif berjumlah lebih banyak.

Tantangan yang harus dihadapi tidaklah ringan. Realitanya, permasalahan remaja begitu kompleks, baik mengenai tingkat pendidikan yang masih cukup rendah, perilaku hidup yang tidak sehat, seks pranikah, pernikahan usia muda, rokok dan penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia, menunjukkan 59% remaja wanita dan 74% pria melakukan seks pranikah di usia 15-19 tahun, 7% wanita 15-19 tahun telah menjadi ibu, serta 55% remaja pria merokok. Semua hal tersebut dapat mengeluarkan para remaja dari jalur menuju cita-citanya.

Oleh karenanya, melalui implementasi pendidikan kependudukan, generasi muda dapat diarahkan pada kesadaran bahwa dirinya merupakan elemen penting dalam pembangunan bangsa yang diharapkan dapat berkontribusi nyata.  Pendidikan kependudukan di sekolah formal di peran guru sangat dominan dalam memberikan motivasi kepada para siswa; sedangkan melalui jalur pendidikan nonformal dan informal, figur terdekatlah yang menjadi panutan. Bagi generasi muda, panutan atau figur yang paling efektif untuk menyampaikan gagasan mengenai pendidikan kependudukan adalah teman sebaya.

Menyinggung tentang Revolusi Industri 4.0 yang kini dihadapi, BKKBN menilai bahwa penanaman karakter menjadi kunci keberhasilan di era digital ini. Masifnya penggunaan gadget dan medsos menjadi hal yang cukup riskan dihadapi remaja setiap harinya. ditambah lagi banyaknya hoax yang dapat mengacaukan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Diharapakan dengan terselenggranya kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat terutama mahasiswa tentang masalah kependudukan dan bonus demografi.

Melalui pengetahuan diharapkan dapat mengubah sikap dan perilaku setiap orang dan keluarga untuk sadar kependudukn yaitu membentuk keluarga kecil berkualitas, menyiapkan generasi penerus, menyiapka hari tua, memperhatikan lingkungan dan daya dukung alam untuk kehidupan.  Kegiatan ini diikuti diikuti oleh 350 orang yang terdiri dari 300 mahasiswa dan 50 orang akademisi di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dilakukan pula penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta. BKKBN berharap bahwa kerjasama ini akan menjadikan UMS sebagai Perguruan Tinggi Peduli Kependudukan (PTPK). T2S/HMS

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH