Dengan Protokol COVID-19, Bidan Tetap Layani Akseptor KB

Bidan dan akseptor berfoto bersama selepas tindakan pelayanan KB Implant di Klinik Harapan Bunda Karangsono belum lama ini. Prosedur ketat diterapkan dalam masa pandemi COVID-19 agar akseptor tetap terpenuhi kebutuhannya akan pelayanan kontrasepsi. Foto: Dok. Virdian

Demak-Pandemi COVID-19 membuat berbagai hal mengalami perlambatan, termasuk juga pelayanan KB. Menghadapi hal tersebut para Bidan, Kader dan Penyuluh KB tetap menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kontrasepsi pada akseptor. Balai Penyuluh KB Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak bekerja sama dengan Klinik KB setempat membuka layanan pemasangan dan konsultasi KB. Paling anyar dilaksanakan di Klinik Harapan Bunda Karangsono pada hari Minggu (3/5) dan Senin (4/5) lalu. Lima akseptor Implant berhasil dilayani dalam waktu dua hari tersebut, baik pasang baru maupun bongkar pasang.

Virdian Penyuluh KB Kecamatan Mranggen mengungkapkan bahwa Pelayanan Rutin di Faskes ini tetap dijalankan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pemasangan alat kontrasepsi terutama Peserta KB baru maupun yang sudah waktunya untuk Pelayanan Ulang.

“BPKB Kecamatan Mranggen bekerja sama dengan 9 Faskes yang ada di Wilayah Kecamatan Mranggen sebagai alternatif dari Pelayanan Bhaksos/Safari KB yang ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Adapun jadwalnya setiap hari menyesuaikan dengan jadwal Praktek Faskes yaitu setelah sholat Tarawih mulai Pukul 19.45 WIB” kata Virdian.

Protokol COVID-19 diterapkan pada pelaksanaan pelayanan KB ini. Para bidan yang melayani akseptor melindungi diri menggunakan Alat Pengaman Diri lengkap berikut hazmat dan face shield, sedang akseptor yang dilayani wajib menggunakan masker. Akseptor yang datang pun dijadwal agar tidak terjadi penumpukan serta para pengantar hanya diperbolehkan berada di luar.

“Para Kader Desa (PPKBD dan Sub) juga turut menginformasikan kepada masyarakat bahwa pelayanan tetap dilaksanakan dengan mematuhi protokol Covid 19 bagi Akseptor. Kedepannya sudah ada PPKBD dan Sub-PPKBD yang meminta jadwal Pelayanan di beberapa Faskes sesuai lokasi terdekat karena permintaan dari Akseptor” lanjut Virdian.

Pihaknya dan jajaran Penyuluh Keluarga Berencana mengkhawatirkan akan terjadinya ledakan kelahiran akibat tersendatnya pelayanan KB di masyarakat. Dampaknya dapat terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Diperkirakan dalam masa tersebut masyarakat belum sepenuhnya pulih dari wabah baik dari aspek kesehatan maupun sosial ekonomi.

“Apabila terjadi kehamilanakan berisiko bagi janin maupun sang Ibu dari segi imunitas maupun pelayanan kesehatan bagi Ibu Hamil yang terbatas karena fokus dalam penanganan Covid 19”, pungkas Virdian.

Untuk selanjutnya, para calon akseptor dapat menghubungi para Kader PPKBD dan Sub PPKBD agar dapat dilayani pemasangan kontrasepsi. Tentunya dengan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.

Belum lama ini Perwakilan BKKBN Jawa Tengah memberikan bantuan 500 masker dan 25000 pasang sarung tangan pada Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Jawa Tengah. Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Wagino menyampaikan bahwa bidan merupakan garda terdepan dalam kesuksesan Keluarga Berencana. Untuk itu para bidan perlu dilindungi dan dijaga keselamatannya selama bertugas melayani akseptor. T2s

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *