Diundang TVRI, BKKBN Jateng Jelaskan Pendataan Keluarga

Kabid ADPIN  dan Analis Data Informasi BKKBN Jateng menjadi narasumber dalam Talkshow di TVRI Jawa Tengah pagi tadi (5/2).

Semarang-Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Tengah mendapatkan kesempatan menjadi narasumber dalam salah satu segmen dialog Kabar Enjang yang disiarkan secara langsung oleh LPP TVRI Jawa Tengah, pagi ini (5/2). Kesempatan  ini dimanfaatkan BKKBN untuk menjelaskan beberapa informasi terkini seputar Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga yakni rebranding dan Pendataan Keluarga 2020.

Kepala Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi Dra. Farida Sumarlin mengatakan bahwa BKKBN telah melakukan rebranding meliputi logo, tagline dan jingle. Hal ini dilakukan untuk mendekati kaum milenial dan keluarga muda yang berjumlah 37% dari total populasi. Selain itu, penyampaian komunikasi, informasi dan edukasi pada mereka pun memerlukan kiat tersendiri sehingga BKKBN dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kondisi dewasa ini.

Terkait Pendataan Keluarga, Farida mengungkapkan bahwa Pendataan Keluarga ini akan menghasilkan output profil keluarga yang kekinian. Akurasi datanya pun diyakini memiliki tingkat kesalahan yang sangat kecil sebab menggunakan aplikasi pada smartphone.

“Nantinya akan diperoleh data spesifik tiap keluarga, apakah  berbasis balita remaja atau lansia, sehingga pengambilan kebijakan dapat disesuaikan dengan kondisi setiap keluarga”, kata Farida. Ia mengatakan bahwa sejumlah kementerian dan lembaga dapat menggunakan hasil Pendataan Keluarga ini untuk membuat kebijakan strategis.

Analis Data dan Informasi BKKBN Jateng Heri Kusyanto, S.Kom., M.Sc mengatakan bahwa BKKBN tetap akan menggandeng Kader KB yang ada di lapangan untuk melakukan pendataan. Keberadaan para kader yang sangat dekat dengan masyarakat dinilai dapat menambah ketepatan data yang diambil, khususnya yang memerlukan pengamatan.

“Teknisnya tetap melibatkan kader KB, karena mereka lah yang mengetahui sekitarnya. Pertanyaan tidak sulit-sulit serta dengan melakukan pengamatan”, kata Heri.

Pendataan Keluarga Tahun 2020 ini mengukur Indeks Pembangunan Keluarga, yang diklaim baru pertama kali dilakukan. Yaitu dengan mengukur sejauh mana kualitas keluarga terkait sikap, keterampilan dan perilaku.

“Data yang ingin ditangkap seperti beribadah dengan baik atau tidak, adakah KDRT jika ada maka skor akan mengecil, apakah selama ini keluarga ini tentram atau tidak, jadi lebih ke aspek kualitatif”, lanjut Heri.

Para petugas pendata, akan mendapatkan pelatihan sebelum terjun melaksanakan tugas pendataan yang dimulai pada 1 Juni 2020 ini. Akan ada 409 desa terpilih yang menjadi sampel pendataan di Jawa Tengah. Kesemua blok sampel tersebut telah bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik yang pada tahun ini juga menggelar Sensus Penduduk.

Kabid ADPIN mengajak agar masyarakat ikut menyukseskan Pendataan Keluarga 2020, diantaranya dengan memberikan data yang sebenar-benarnya pada petugas pendata. harapannya data yang dihimpun dapat bermanfaat bagi pembangunan.

“Pada petugas pendataan mari kita saling asah asih asuh sehingga mampu memperoleh data yang akurat untuk pengambilan kebijakan para stakeholder”, kata Farida.

“Indikator keberhasilannya data yang diperoleh dapat benar-benar jadi tolok ukur pengambilan kebijakan, seperti pengentasan stunting, nikah dini dan sebagainya. Dari sana dapat diambil intervensi penanganan”, pungkasnya.

(T2S/HMS)

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *