President University Gandeng BKKBN Jateng Sosialisasikan Generasi Emas

Kepala Perwakila BKKBN Provinsi Jawa Tengah Wagino, SH. M.Si Kepala SMP Krista Mitra St. Haryanto, S.Si MM, dan Ketua Panitia Adithiya Wiradhinata Saputra Berfoto dengan peserta Seminar “Membangun Generasi emas Sebagai Aset Bangsa”. Foto: Dok. Tatas.

Semarang-Penyiapan Generasi Muda untuk menyambut Indonesia Emas 2045 didukung berbagai pihak tak terkecuali dunia pendidikan. President University, salah satu perguruan tinggi yang berada di Cikarang Jawa Barat. Sejumlah mahasiswa dari universitas tersebut menyelenggarakan seminar dengan tema “Membangun Generasi emas Sebagai Aset Bangsa” di SMP Krista Mitra Semarang pada Jumat (6/12) kemarin.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Tengah Wagino, SH., M.Si hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka seminar tersebut. Berbicara di depan siswa SMP, Kaper BKKBN Jateng memilih cara berdialog untuk menginternalisasikan penyiapan masa depan bagi remaja usia 14-15 tahun tersebut. Ia mengajak beberapa orang siswa maju ke depan untuk mengutarakan cita-citanya. Beberapa di antara mereka menjawab ‘pilot’ dan ‘presiden’ sebagai profesi yang ingin digapai. Menanggapi hal tersebut, Wagino menasihati agar para siswa menyiapkan dengan sebaik-baiknya.

Salah satu bagian dari rencana masa depan selain profesi adalah berkeluarga, di mana fase tersebut akan mereka jelang sepuluh tahun lagi. Kaper memotivasi agar para siswa belajar dengan baik dan tidak terlalu sering menggunakan gadget. Keberadaan perangkat digital disebutnya banyak memberikan kemudahan bagi manusia namun di sisi lain banyak efek negatif yang disebabkan karena kecanduan gadget.

“Apapun cita-cita adik-adik, entah itu bupati, gubernur atau presiden, perlu disiapkan sejak sekarang. Termasuk kalau nanti akan berkeluarga, waktu idealnya masih sepuluh tahun lagi, sekarang waktunya untuk belajar sungguh-sungguh”, ucap Kaper.

Kaper mengatakan bahwa sepuluh tahun lagi jumlah tenaga kerja produktif di Indonesia sangat banyak namun di sisi lain, perkembangan teknologi justru mengurangi peran tenaga manusia dalam berbagai hal. Oleh karenanya persaingan akan semakin tinggi pada masa tersebut.

Kepala SMP Krista Mitra, St. Haryanto, S.Si., M.M menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya seminar ini di sekolah yang dipimpinnya. Pihaknya memandang penting penyiapan anak-anak didik yang masih berusia SMP ini untuk menghadapi Indonesia Emas dan Bonus Demografi.

Ketua pelaksana seminar, Adithiya Wiradhinata Saputra mengatakan bahwa pelajar SMP merupakan audiens yang tepat untuk tema seminar ini, sebab pada tahun 2045 kelak, merekalah yang akan menghadapinya. Momentum paling penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia terjadi pada tahun 2045, karena pada saat itu Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaannya. Harapan besarnya bahwa pada 2045 Indonesia akan diisi oleh generasi yang memiliki usia produktif dalam jumlah mayoritas di antara usia penduduk yang sekarang masih jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

“Teman-teman yang saat ini masih duduk di bangku SD dan SMP nantinya akan mengalami periode Indonesia Emas di 2045. Jadi seminar ini perlu untuk menyiapkan sejak dini sebelum menghadapi periode tersebut.”

Menurutnya ada tiga tantangan yang berpotensi mengganggu generasi muda dalam upaya mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045, yakni pernikahan dini, seks bebas dan narkoba. Adithiya mengingatkan adik-adiknya agar tidak terjerumus pada tiga hal tersebut. Ketiganya dapat merusak kesempatan untuk meraih cita-cita yang cemerlang yang dalam sekala makro akan menghambat suatu bangsa untuk bersaing di pentas global.

Adithiya dan timnya berpendapat bahwa dalam menyongsong Generasi Emas 2045, bonus demografi harus disikapi dengan baik. Pembangunan manusia Indonesia harus ditopang dengan kebijakan pengendalian populasi penduduk. Selain itu, pemerataan sebaran penduduk harus dilakukan agar tidak terpusat di sentra-sentra pembangunan ekonomi tertentu.

“Kami berharap setelah dilaksanakannya kegiatan ini, peserta dapat mempersiapkan diri untuk menjadi generasi emas di masa yang akan datang dengan kualitas sumber daya manusia yang handal”, pungkasnya. Tatas-HUMAS

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH