Siasati Corona, Penyuluh KB Wonogiri Kirimkan Kondom Lewat Pos

Amplop berisi kondom dan Kartu Peserta KB siap dikirimkan via pos pada akseptor yang mengajukan permintaan distribusi alat kontrasepsi. Foto: Dok. Musthofa Salya

Wonogiri – Pandemi COVID-19 juga berdampak pada kelangsungan penggunaan alat kontrasepsi. Tersendatnya pelayanan KB di fasilitas kesehatan akan berakibat pada menurunnya jumlah peserta KB baru dan kemungkinan putus pakai (drop out). Khawatir hal tersebut terjadi, para Penyuluh KB (PKB) di Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri membuat terobosan dalam mendistribusikan alat kontrasepsi kondom pada akseptor. Ya, para PKB mengirimkan alat kontrasepsi pria tersebut lewat pos, dengan demikian para Pasangan Usia Subur (PUS) tetap bisa ber-KB.

Musthofa, Penyuluh KB Kecamatan Tirtomoyo menyatakan bahwa ide pengiriman alkon via pos ini dilatarbelakangi terbatasnya pelayanan KB di Puskesmas karena fokus para tenaga medis yang tengah berjibaku menangani wabah Covid-19, di samping adanya prosedur social dan physical distancing yang kini tengah diterapkan. Hal ini terbukti dari beberapa jadwal pelayanan MOP dan MOW yang ditunda sedangkan IUD dan Implant disesuaikan dengan prosedur screening Covid-19.

“Kemungkinan putus pakai kontrasepsi di masa pandemi, pelayanan di klinik KB yang terpengaruh karena fokus tenaga medis di pencegahan penyebaran Covid-19. Kondom cocok sebagai pilihan kontrasepsi di masa pandemi karena pemakaian nya bisa dilakukan sendiri”, jelas Musthofa.

“Untuk tetap menerapkan social Distancing, mengurangi risiko bertemu orang banyak, pelayanan dilakukan dengan pengantaran via pos. Pelayanan ini kerjasama Puskesmas & PKB”, lanjutnya.

Untuk mendapatkan layanan ini tidaklah sulit. Calon akseptor tinggal menghubungi kader KB (sub PPKBD/PPKBD) di sekitar mereka atau langsung ke PKB melalui WA dengan menyertakan foto KK untuk menjamin bahwa calon akseptor adalah suami istri yg sah, KTP dan BPJS (sebagai kelengkapan administrasi di Puskesmas). Jika memenuhi syarat, kondom akan dikirimkan melalui kantor pos ke alamat akseptor. Adapun biaya pengiriman ditanggung dari balai KB kecamatan. Telah ada empat akseptor yang mendapatkan layanan ini dan berpeluang akan bertambah.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Wagino, SH., M.Si menyatakan bahwa jumlah peserta KB Baru pada triwulan pertama 2020 ini mengalami penurunan. Hingga akhir Maret jumlah peserta KB Baru hanya 15,04% dari yang seharusnya di atas 20%.

“Di Jateng saat ini tercatat ada 70 persen peserta KB aktif menggunakan alat kontrasepsi nonMKJP di antaranya menggunakan alat kontrasepsi suntik 58%, pil dan kondom sebanyak 11%, sehingga jika tidak dipantau dan diberikan alat kontrasepsi pada waktunya, dikhawatirkan terjadi kehamilan yang cukup tinggi”, kata Kaper.

BKKBN juga memperkuat kemitraan dengan Ikatan Bidan Indonesia yang mana merupakan garda terdepan dalam pelayanan alat kontrasepsi. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan memberikan bantuan Alat pengaman Diri (APD) berupa masker dan sarung tangan (handscoon). Keberadaan APD dimaksudkan untuk menambah proteksi pada para bidan sebagai provider KB di lini lapangan sehingga masih dapat melayani KB pada akseptor. T2S

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *