Cegah Beragam Persoalan Remaja Kepala UPT Diklat KKB Banyumas Ajak Sekolah Bentuk PIK Remaja

Banyumas – Beragam persoalan terkait remaja usia sekolah saat ini masih marak terjadi, seperti perundungan, merokok, tawuran, balapan liar, hingga seks pranikah. Hal ini ditambah lagi dengan kondisi pandemi yang makin mempersempit ruang bagi mereka menyalurkan energi dan kreatifitas, serta kurangnya interaksi langsung dengan teman sebaya. Remaja menjadi semakin aktif dalam dunia maya atau media sosial yang menjadikan mereka mudah mengakses beragam informasi.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melalui kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang dibentuk di sekolah dan masyarakat. Berupaya meinimalisir beragam persoalan remaja yang kerap muncul, melalui PIK-R diharapkan menjadi wadah bagi remaja untuk mendapatkan informasi yang cukup dan benar tentang kesehatan reproduksi (kespro).

 

Kepala UPT Balai Diklat KKB Banyumas (Diklat KKB Banyumas), Umi Hidayati mengungkapkan, “Karena sekolah sudah tidak lagi secara daring, kami mengharapkan sekolah kembali mengaktifkan beragam kegiatan bagi siswa, salah satunya melalui PIK-R. Hal ini dapat membantu para siswa untuk memperoleh informasi yang benar tentang kespro juga jadi wadah bagi mereka untuk curhat dengan teman sebayanya.”

Hal ini disampaikannya saat memberikan pembinaan PIK-R di SMP Negeri 2 Somagede, Kabupaten Banyumas, Kamis (28/07). Menurutnya keberadaan dan peranan PIK remaja di lingkungan remaja sangat penting dalam membantu mereka mendapatkan informasi dan pelayanan konseling yang cukup dan benar tentang Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR). Melalui PIK-R ini, para remaja akan menularkan virus-virus positif di kalangan sebayanya baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat dimana ia tinggal.

 

PIK-R merupakan wadah bagi para remaja untuk melaksanakan program kegiatan PKBR yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling kesehatan reproduksi dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga. Mampu melalui masa transisi dalam kehidupannya, sehingga akan tumbuh menjadi remaja yang tegar, mandiri, dan berkarakter,” ujar Umi.

Turut hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Widyaiswara Diklat KKB Banyumas, Bambang Wijonarko. Ia menambahkan bahwa keberadaan PIK-R sebagai unit kegiatan siswa di lingkungan sekolah, akan menjadi pilihan dan akses favorit bagi siswa untuk mendapatkan informasi penting yang diperlukan dirinya dalam menjalani proses transisi menuju kedewasaan. “Selain itu, PIK-R yang terkelola dengan baik akan menjadi partner yang ramah bagi siswa mengatasi permasalahannya.” (BKKBN/TSR)

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.