Kepala BKKBN Jateng Minta Penyuluh KB Jaga Validitas Pelaporan Data

“Beberapa Kementerian Pakai Data BKKBN, Penyuluh KB Diminta Jaga Validitas Pelaporan”

Banyumas – “Data yang dimiliki BKKBN sampai saat ini dipercaya dan telah digunakan beberapa Kementerian Lembaga terkait untuk mendukung pelaksanaan berbagai program kerjanya, oleh karena itu saya minta Penyuluh KB untuk tetap konsisten menjaga kualitas dan tentunya validitas pelaporan data.” Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Drg. Widwiono, M.Kes saat membuka Pelatihan Fungsional Dasar Penyuluh Keluarga Berencana (KB) di UPT Balai Diklat KKB Banyumas secara daring, Jumat (19/08).

Menurutnya hasil Pendataan Keluarga (PK21) BKKBN telah digunakan beberapa instansi untuk perencanaan program, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menggunakan data tersebut pada program penyediaan jamban dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Data tersebut digunakan karena merupakan data mikro, by name by address, sehingga sangat mendekati kondisi riil di lapangan.

“Kita sebagai insan keluarga berencana harus bisa menghindari terjadi kesalahan apalagi kebohongan pelaporan data, terlihat sepele namun pengaruhnya besar bisa berdampak pada perencanaan, penganggaran dan tentunya yang tidak kalah penting pada kepercayaan. Selain itu kita juga harus mencurahkan jiwa raga untuk program BKKBN serta terus meningkatkan pengetahuan dan kompetensi program,” tegas Widwiono.

Terkait Pelatihan Fungsional Dasar Penyuluh KB, Kepala UPT Balai Diklat KKB Banyumas, Umi Hidayati menjelaskan, “Melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan tugas dan kewenangan sebagai fungsional Penyuluh KB. Pelatihan ini merupakan kegiatan dari Bidang Pelatihan dan Pengembangan Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah yang juga diselenggarakan di Balai Diklat KKB Ambarawa dan Pati serta di Bidang Latbang.”

Lebih lanjut menurut Umi Hidayati pembelajaran selama 287 Jam Pelajaran dengan 82 jam di antaranya merupakan sesi tatap muka melalui zoom meeting dan live chat. Secara keseluruhan, aktivitas peserta dan fasilitator dilaksanakan dan terekam pada Learning Management System (LMS) BKKBN Provinsi Jawa Tengah yakni spedaterbang.id.

“Pelatihan di Banyumas merupakan angkatan keempat diikuti oleh 37 orang Penyuluh KB yang berasal dari Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Timur,” tambah Umi.

Mengakhiri sambutanya Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah mengajak peserta pelatihan untuk mengingat peran dan kedudukan Jabatan Fungsional Penyuluh KB sebagai ujung tombak Program Bangga Kencana di lini lapangan juga sebagai agen perubahan bagi masyarakat terkait norma jumlah anak ideal yang dimiliki oleh setiap keluarga, juga norma usia kawin pertama bagi laki laki dan perempuan serta sikap sikap lainnya dalam perencanaan keluarga dan pengaturan jarak kelahiran. (BKKBN/TSR)

Penyunting

BKKBN PROVINSI JAWA TENGAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.